Tips Mengobati penyakit Kudis dan Gatal-Gatal

responsive

Tips Mengobati penyakit Kudis dan Gatal-Gatal

Kudis atau scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) sarcoptes scabiei yang dicirikan dengan adanya keropeng, kebotakan, dan gatal pada kulit. sarcoptes scabiei merupakan tungau dengan ciri-ciri berbentuk hampir bulat dengan 8 kaki pendek, pipih dan biasanya hidup pada lapisan epidermis kulit.

Proses Penyakit Kudis
Penyakit Kudis terbentuk melalui proses-proses sebagai berikut :
  1. Infeksi dari penyakit ini diawali dengan tungau betina atau nimfa stadium kedua yang secara aktif membuat terowongan di epidermis atau lapisan tanduk. Pada terowongan tersebut diletakkan 2 sampai 3 telur setiap hari.
  2. Telur menetas dalam 2 sampai 4 hari yang kemudian menjadi larva yang berkaki 6.
  3. Dalam 1 sampai 2 harilarva berubah menjadi nimfa stadium pertama kemudian berkembang menjadi nimfa stadium kedua yang berkaki 8. Nimfa inilah yang akan berubah menjadi tungau betuna muda yang siap kawin dengan tungan jantan.
  4. Tungau-tungau ini akan berkembang menjadi tungau dewasa dalam waktu 2-4 hari.
  5. Diperlukan waktu 10-14 hari dalam proses daur hidup tungau dari telur sampai bertelur lagi.
Gejala Penyakit Kudis

Liang pada permukaan kulit, Kulit terasa gatal dan kemerah-merahan dan biasanya terdapat infeksi sekunder , misalnya adalah bakteri adalah gejala yang khas pada penyakit kudis. Pada bayi, Bisul pada telapak kaki dan telapak tangan adalah gejala khas penyakit kudis.

Diagnosis Penyakit Kudis

Guna mendiagnosis penyakit kudis dapat dilakukan dengan tindakan kerokan kulit pada keropeng sampai keluar darah dengan menggunakan skalpel. Hasil kerokan kemudian diberi beberapa tetees KOH 10% agar tungau terpisah dari reruntuhan jaringan kulit yang terbawa tersebut. Kemudian campuran tersebut diperiksa dibawah mikroskop.

responsive

Penyembuhan Penyakit Kudis dan gatal-gatal

Tidak ada vaksin untuk kudis sehingga pencegahan harus dilakukan guna menghindari infeksi penyakit kudis ini. Barang-barang yang bersentuhan dengan kulit penderita sepereti handuk, pakaian , dan seprai sebaiknya dicuci dan disetrika untuk mencegah penularan penyakit kudis.

Berbeda dengan kudis, Penyakit gatal-gatal biasanya disebabkan oleh kombinasi kulit yang kering dan teriritasi dengan daya tahan tubuh yang menurun. Mungkin saat tertidur, tak sengaja digigit nyamuk sehingga menimbulkan gatal yang jika digaruk menyebabkan reaksi gatal yang lebih hebat.

Pengobatan penyakit gatal-gatal ini adalah dengan mengurangi inflamasi (peradangan), mengurangi rasa gatal dan mencegah kekambuhan. Pengobatan bisa menggunakan krim kortikosteroid yang potensi rendah (tanpa resep dokter) , tetapi tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter karena obat tersebut memiliki efek samping. Jika rasa gatal sangat hebat, gunakan tablet antihistamin, seperti diphenhydramin yang menyebabkan kantuk, kompres untuk mencegah infeksi pada luka terbuka, imunomodulator, dan fototerapi menggunakan sinar ultraviolet buatan.
Penyakit gatal-gatal juga dapat diatasi lewat racikan daun biduri dan minyak kelapa secukupnya. Daun ini diolesi minyak kelapa, lalu dilayukan diatas pengapian. Setelah itu, daun ditempel ke bagian kulit yang luka atau gatal. Sebelum diobati, hendaknya kulit dicuci dengan air hangat atau menggunakan cairan alkohol 70%. Selain menggunakan racikan daun biduri, Anda juga bisa menggunakan daun, kulit, batang atau akar salam. Caranya cuci bersih bahan tersebut kemudian giling sehingga menyerupai adonan seperti bubur. Lalu balurkan ke tempat yang gatal kemudian dibalut.
Untuk mengurangi rasa gatal, perlu kiranya kita mengenali hal-hal yang dapat memperburuk inflamasi, seperti suhu yang cepat berubah, keringat, dan stres. Cegah kontak dengan kain wol dan katun. Anda pun bisa menggunakan lotion calamine.
Demikian pembahasan seputar tips mengobati penyakit kudis dan gatal-gatal. Semoga Bermanfaat!

responsive