Melawan Keloid Dengan Steroid

responsive

Melawan Keloid Dengan Steroid

Ada yang pernah atau masih punya keloid? Yakni kulit yang menebal, biasanya terjadi pada bekas luka gores atau luka bakar. Tulisan ini mencoba membahas keloid dan pengobatannya.

Apa sih Keloid itu?

responsive

Keloid atau jaringan parut terjadi karena tidak seimbangnya produksi protein kolagen pada proses penyambuhan luka. Pertumbuhannya melebihi yang dibutuhkan untuk menutup luka. Keloid ini bisa tumbuh terus tak terbatas, kadang ada yang gatal atau nyeri. Keloid bisa dihasilkan dari berbagai jenis luka, termasuk luka garukan, injeksi, gigitan serangga, luka akibat tato, dan lain sebagainya. Setiap orang bisa mengalami keloid dan keloid itu juga bisa terjadi di berbagai tempat dalam tubuh. Namun, biasanya orang yang muda dan mereka yang berkulit lebih gelap mudah kena keloid, dan keloid itu lebih sering dijumpai pada bagian tertentu tubuh, seperti : mata, dada, bahu dan punggung. Seorang yang punya keloid lebih mudah mengalami hal serupa di masa datang, karenanya ia perlu berhati-hati.

Ada jenis lain dari keoid yang disebut Hyperthropic Scars. Keloid  yang ini biasanya berwarna kemerahan dan lebih tebal, yang kadang terasa gatal atau nyeri. Umumnya juga terjadi pada orang muda dan berkulit lebih gelap.

Bagaima Pengobatan Keloid?

Pengobatan keloid bisa dilakukan dengan menggunakan kortikosteroid injeksi untuk melunakkan dan menipiskan jaringan parut ini. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan gel silikon, untuk mengurangi ukuran dan menghambat pertumbuhan keloid.

Salah satu jenis obat steroid yang sering dipakai untuk mengatasi keloid adalah injeksi triamsinolon asetonid, dengan nama paten yang cukup banyak. Kortikosteroid adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yang memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh. Triamsinolon adalah bentuk sintetik dari steroid. Dalam mengatasi keloid, efeknya bisa berlangsung beberapa mingguatau bulan.

Bagaimana Cara Pemberiannya?

Obat ini diinjeksikan dengan alat suntik yang sesuai langsung ke dalam keloid, dan sangat sedikit yang diabsorbsi ke dalam darah. Injeksi steroid ini mungkin terasa sakit, untuk itu bisa dikurangi sakitnya dengan menempelkan es batu 10 menit sebelum injeksi dilakukan. Dosis yang direkomendasikan adalah berkisar 10-40 mg/ml.

Sampai kapan Pengobatan Diperlukan?

Injeksi bisa dilakukan berulang dengan interval 4-6 minggu sampai 6-10 bulan. Tentunya dokter akan menentukan dari hasil pengobatannya sampai kapan pengobatan harus dilakukan.

Adakah Efek Samping?

Efek sampingnya relatif kecil, walaupun komplikasi mungkin terjadi pada 1-5 kasus pada sekitar lokasi injeksi, meliputi : penipisan kulit, hipopigmentasi (kulit jadi memutih), dan timbul bercak merah pada kulit (telangiectasia). Jika terjadi gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk diberi pengobatan selanjutnya.

Namun demikian, perlu diwaspadai juga adanya efek samping sistematik yang mungkin bisa terjadi, jika obatnya terserap masuk ke dalam darah. Beberapa efek sistemik yang bisa terjadi akibat penggunaan steroid antara lain: moonface (wajah membulat seperti bulan), kadar gula meningkat, hipertensi, osteoporosis, dan lain-lain. Tapi ini umumnya hanya terjadi jika steroid digunakan dalam jangka waktu lama dengan dosis cukup besar dan digunakan secara sistemik (artinya masuk ke pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh). Jika hanya digunakan secara lokal, seperti pada keloid atau pada obat hirup seperti pada obat asma, efek samping ini bisa diminimalisir.

Adakah Alternatif lain Pengobatan Keloid?

Beberapa alternatif lainnya adalah dengan kamuflase kosmetik, pembedahan, radioterapi, cryotherapy, dan laser therapy. Tentunya perlu dikonsultasikan dengan dokter bedah plastik Anda. .(Resep HidupSehat/Prof. Dr. Zullies I, Apt.)

responsive